Yogyakarta, sinarpanturatv.id
– Sekitar 8.000 relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong (MBG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkumpul dalam sebuah pertemuan akbar yang digelar di Gedung Among Rogo, Yogyakarta, Sabtu (7/3/2026) sore menjelang waktu berbuka puasa. Dalam kegiatan tersebut, para relawan menyatakan komitmen dan ikrar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para penerima manfaat melalui lingkungan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ketua Umum Relawan MBG DIY, Roy Marzuk, menyampaikan bahwa ribuan relawan yang hadir berasal dari perwakilan kabupaten dan kota se-DIY. Mereka berkomitmen untuk menjalankan tugas secara profesional sesuai standar dan prosedur yang telah ditetapkan dalam program pelayanan pemenuhan gizi.
Roy Marzuk hadir didampingi Asef selaku Ketua Panitia kegiatan pertemuan relawan MBG. Ia menegaskan bahwa menjadi relawan tidak hanya sekadar bekerja secara kolektif, tetapi juga merupakan bentuk perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Relawan bukan sekadar bekerja bersama, tetapi juga pejuang. Mereka harus bekerja dengan ikhlas, tertib, disiplin, akuntabel, serta dilandasi niat ibadah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Roy Marzuk.
Pertemuan tersebut juga diisi dengan kegiatan pengajian yang disampaikan oleh Ustaz Muhammad Yusuf. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan pentingnya menjalankan kewajiban ibadah, khususnya salat lima waktu sebagai fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim.
“Kita sebagai umat Islam wajib melaksanakan salat lima kali sehari. Tidak bisa lima menjadi empat, atau empat menjadi tiga. Jika kita mampu menjaga kewajiban ini, minimal kita akan menjadi orang yang baik,” ujar Ustaz Muhammad Yusuf di hadapan ribuan peserta yang memenuhi Gedung Among Rogo.
Roy Marzuk juga menegaskan bahwa melalui ikrar yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, para relawan MBG berkomitmen untuk terus bekerja secara maksimal dalam memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga penerima manfaat program SPPG.
Terkait pandangan DPR Komisi IX mengenai wacana perubahan dalam program SPPG dan MBG, Roy Marzuk menyatakan bahwa hal tersebut bukan menjadi kewenangannya untuk menanggapi secara mendalam. Pihaknya tetap fokus menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami tetap bekerja sebaik mungkin memberikan pelayanan kepada anak-anak dan keluarga kita semua. Relawan tidak hanya bekerja keras, tetapi juga mengabdikan diri dengan penuh kesadaran, ketulusan, dan keikhlasan sebagai bagian dari ibadah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik dan saran dari berbagai pihak sebagai bahan evaluasi demi meningkatkan kualitas pelayanan.
“Jika dalam pelaksanaan ada kekurangan, kami siap menerima kritik dan masukan. Harapan kami ke depan, melalui evaluasi dan saran dari berbagai pihak, pelayanan yang diberikan relawan MBG dapat terus diperbaiki agar sesuai standar dan prosedur program pemerintah,” pungkasnya.
(Sabar)

