PEKALONGAN,iwoipemalang.id
– Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat mendorong perlunya peningkatan literasi digital di kalangan generasi muda. Tanpa dibarengi pemahaman, sikap kritis, dan etika dalam penggunaannya, teknologi AI berpotensi menimbulkan persoalan baru di ruang digital.
Menyikapi perkembangan tersebut, Polres Pekalongan terus mendorong penguatan literasi teknologi bagi pelajar melalui Program Paham AI. Kali ini, edukasi menyasar sebanyak 90 siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (9/9/2026) di SMK Muhammadiyah Karanganyar. Pelatihan diberikan oleh trainer Polres Pekalongan dengan materi yang tidak hanya memperkenalkan konsep dan pemanfaatan AI, tetapi juga membekali siswa mengenai tantangan, etika, keamanan, serta tanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital.
Kegiatan diawali dengan pembagian modul dasar Paham AI. Para siswa diperkenalkan pada konsep dasar kecerdasan buatan dan coding, sekaligus diberikan pemahaman mengenai perkembangan serta penerapan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mengukur kemampuan awal peserta, kegiatan dilanjutkan dengan pre-test. Setelah menerima materi dan mengikuti praktik sederhana, para siswa kembali menjalani post-test sebagai bahan evaluasi terhadap tingkat pemahaman yang telah diperoleh selama pelatihan.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dasar AI dan coding. Selain kemampuan teknis, para siswa juga semakin memahami pentingnya literasi digital, verifikasi informasi, serta etika dalam beraktivitas di ruang siber.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa aktif mengikuti praktik dan terlibat dalam sesi diskusi. Sejumlah pertanyaan juga disampaikan terkait pemanfaatan AI dalam kegiatan belajar, pencarian informasi, pengembangan kreativitas, hingga penggunaan media sosial secara aman dan bertanggung jawab.
Kabag SDM Polres Pekalongan Kompol Prisandi Tiar, S.T., S.Kom. mengatakan, pengenalan AI kepada pelajar merupakan langkah penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.
“Kami ingin para pelajar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami bagaimana memanfaatkan AI secara cerdas, aman dan bertanggung jawab. Kemampuan teknologi harus berjalan beriringan dengan literasi, etika dan kesadaran hukum,” ujar Kompol Prisandi.
Menurutnya, AI memiliki banyak manfaat apabila digunakan secara tepat. Di lingkungan pendidikan, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pembelajaran, mencari referensi, mengembangkan kreativitas, hingga mendukung kemampuan pemecahan masalah.
Namun demikian, penggunaan AI tetap membutuhkan sikap kritis. Pelajar perlu memahami bahwa informasi yang dihasilkan oleh teknologi tidak selalu benar sehingga harus diperiksa dan diverifikasi sebelum dipercaya maupun disebarluaskan.
“Teknologi harus menjadi alat untuk meningkatkan kemampuan, bukan menggantikan proses berpikir. Karena itu, kami mendorong siswa untuk tetap kritis, melakukan verifikasi informasi dan menjaga etika ketika menggunakan AI maupun bermedia sosial,” tegasnya.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan komunikasi dan kolaborasi antara Polres Pekalongan dan pihak sekolah dalam memberikan edukasi mengenai teknologi, literasi digital, serta keamanan di ruang siber.
Melalui Program Paham AI, pelajar diharapkan tidak hanya mengenal kecanggihan teknologi, tetapi mampu menjadi pengguna yang cerdas, kritis, beretika, dan memiliki kesadaran hukum.
Di tengah perkembangan AI yang semakin tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, kemampuan menggunakan teknologi secara bijak menjadi modal penting bagi generasi muda. Sebab, kecanggihan teknologi akan memberikan manfaat maksimal apabila diiringi tanggung jawab dan kematangan penggunanya.
(ozy)

