Wali Kota Pekalongan Lantik 37 Pejabat, Tekankan Inovasi di Tengah Pengetatan Anggaran 2026
Pekalongan – 16 Januari 2026
Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., yang akrab disapa Aaf, melantik dan mengambil sumpah jabatan 37 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, serta Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan Tahun 2026. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Kamis malam (15/1/2026).
Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya penguatan struktur organisasi pemerintahan sekaligus regenerasi aparatur sipil negara (ASN), menyusul adanya sejumlah pejabat yang telah dan akan memasuki masa purna tugas.

Sebanyak delapan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dilantik, yakni Miji Rustiyanti, S.H. sebagai Inspektur; Mabruri, S.Pd. sebagai Kepala Dinas Pendidikan; Khaerudin, S.T. sebagai Kepala DPUPR; Teguh Waluyo, S.H. sebagai Kepala Bakesbangpol; Ade Suangkat, S.E. sebagai Kepala DPMPTSP; Gufron Faza, S.E., M.Ec.Dev. sebagai Kepala Dinarpus; M. Taufiqu Rochman, S.STP., M.M. sebagai Kasatpol P3KP; serta Slamet Mulyadi, S.S.T. sebagai Kepala Dinperkim.
Selain itu, Wali Kota juga melantik 10 pejabat Administrator, 16 pejabat Pengawas, dan 3 pejabat Fungsional yang tersebar di berbagai perangkat daerah dan unit kerja strategis di lingkungan Pemkot Pekalongan.
Adapun pejabat Administrator yang dilantik di antaranya Amat Muslich, S.AP. sebagai Kepala Bagian Umum Setda; Tubagus M. Sadaruddin, S.E., M.Si. sebagai Kepala Bagian Prokompim Setda; Dimas Arga Yudha, S.Sos. sebagai Kepala Bidang IKP Dinkominfo; M. Farid, S.IP., M.M. sebagai Sekretaris Dinperkim; Febry Wahyu Setyaningsih, S.Psi., M.Si. sebagai Sekretaris BPKPSDM; Ismanto, S.Gz. sebagai Sekretaris Dinarpus; Nur Slamet B., S.Pi., M.Si. sebagai Sekretaris Bakesbangpol; Didik Purwoko, S.E., M.M. sebagai Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Bakesbangpol; serta Umi Attiyah, S.H. sebagai Irban I Inspektorat Kota Pekalongan.
Sementara itu, pejabat Pengawas yang dilantik di antaranya Joko Nugroho, A.Md. sebagai Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD; Hadi Prasetyo, S.E. sebagai Kasubag Pengelolaan PBJ Minbang Setda; M. Falah Bayhaqi, S.STP., M.M. sebagai Kasubag Renval Dinperinaker; Tisya Oktariadhani, S.E. sebagai Kepala UPTD PPA DPMPPA; serta Indayah Dewi Tunggal, S.Kep., M.KM. sebagai Sekretaris Kelurahan Degayu.
Untuk jabatan fungsional, pejabat yang dilantik yakni Purgiantari, S.Farm., Apt. sebagai Apoteker Ahli Muda Dinkes; Dina Kamalia, S.KM. sebagai Administrator Kesehatan Ahli Muda Dinkes; serta Nurhayati Barawasi, S.KM. sebagai Administrator Kesehatan Ahli Muda Dinkes.
Usai pelantikan, Wali Kota Aaf menyampaikan bahwa pengisian jabatan ini menandai telah terisinya seluruh jabatan eselon II yang sebelumnya kosong. Ia berharap para pejabat yang baru dilantik dapat langsung bekerja secara optimal dan menunjukkan kinerja terbaik.
“Eselon dua yang Alhamdulillah sudah terisi pada malam hari ini, sudah kita kukuhkan, sudah dilantik, sudah diambil sumpah jabatannya,” ujar Aaf.

Namun demikian, Aaf mengingatkan bahwa tahun 2026 menjadi tantangan tersendiri karena adanya penurunan signifikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak pada berkurangnya sejumlah kegiatan di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Mungkin ada beberapa dinas yang kegiatannya sangat jauh berkurang. Tapi itu jangan dijadikan patokan kinerja. Jangan sampai tidak ada anggaran lalu tidak bekerja atau malah leha-leha. Justru harus inovatif,” tegasnya.
Aaf menekankan bahwa inovasi menjadi kunci utama dalam menghadapi keterbatasan fiskal. Ia mencontohkan beberapa OPD yang sebelumnya mampu menghadirkan aplikasi pelayanan publik tanpa biaya namun tetap memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Harus digali program-program yang tidak membutuhkan biaya. Seperti kemarin ada beberapa OPD yang bisa membuat aplikasi pelayanan masyarakat tanpa biaya. Itu yang harus terus dikembangkan di tengah keterbatasan anggaran ini,” pungkasnya.
Istiadi Boesro

