Pekalongan.iwoipemalang.id
– Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben Prabu Faza menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Kelurahan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Minggu (18/1/2026).
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan sejak Jumat malam, 16 Januari 2026.
Berdasarkan data sementara hingga Minggu, tercatat sedikitnya 2.098 jiwa warga Kelurahan Sragi terdampak banjir. Genangan air sempat merendam permukiman warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari, meski saat ini kondisi air mulai berangsur surut.
Ruben Prabu Faza mengatakan, bantuan ini disalurkan secara pribadi bersama keluarga besar sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat di daerah pemilihannya (dapil).

“Secara pribadi dan keluarga besar, kami turun langsung ke dapil kami untuk membantu warga, termasuk mendukung dapur umum di Kelurahan Sragi. Kebetulan Sragi ini memang dapil kami. Namun pada prinsipnya, insyaallah semua anggota dewan akan merespons dan membantu semampunya,” ujar Ruben.
Adapun bantuan yang disalurkan kepada warga terdampak banjir meliputi beras, mie instan, telur, dan air mineral guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.
Ruben menambahkan, jumlah warga terdampak di wilayah Sragi tidak terlalu besar dibandingkan daerah lain, dan saat ini kondisi banjir mulai surut.
“Untuk wilayah Sragi kurang lebih sekitar 2.100 jiwa yang terdampak. Alhamdulillah air sudah mulai surut. Mudah-mudahan kondisi semakin aman dan banjir di Sragi tidak bertambah parah,” ucapnya.
Ke depan, Ruben menegaskan pentingnya penataan dan perbaikan sistem drainase agar wilayah Sragi dan sekitarnya lebih siap menghadapi potensi banjir.
“Nanti ke depan kita akan koordinasi terkait penataan drainase supaya lebih siap menghadapi banjir dan tidak terus-menerus terdampak setiap musim hujan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bergandengan tangan dan tidak saling menyalahkan dalam menghadapi bencana.
“Secara umum kami ikut bela sungkawa atas musibah ini. Mari kita bareng-bareng, jangan saling menyalahkan, tapi saling koordinasi dan mengatasi bersama. Curah hujan masih tinggi secara nasional, jadi kita harus waspada. Kesadaran bencana dan penataan lingkungan ke depan sangat penting agar banjir ini tidak menjadi agenda tahunan,” pungkas Ruben.
(Kang Sahuri)

