Maret 13, 2026

Kapolri Hadiri Pemakaman Eyang Meri, Wariskan Pesan Integritas untuk Polri

Kapolri Hadiri Pemakaman Eyang Meri, Wariskan Pesan Integritas untuk Polri

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat.

Usai prosesi pemakaman, Jenderal Listyo Sigit mengungkapkan bahwa dalam setiap pertemuan, Eyang Meri selalu menyampaikan pesan penuh makna kepada keluarga besar Polri. Pesan tersebut, menurutnya, menjadi sumber semangat sekaligus inspirasi keteladanan bagi seluruh personel Korps Bhayangkara.

“Beliau selalu berpesan di setiap kesempatan, jadilah polisi yang baik, polisi yang berintegritas, serta polisi yang mampu melindungi dan mengayomi masyarakat,” ujar Sigit.

Bahkan, lanjut Kapolri, saat melayat ke rumah duka, pihak keluarga memutar rekaman suara Eyang Meri yang berisi pesan khusus untuk Polri. Rekaman tersebut kembali mengingatkan pentingnya keteladanan dan integritas yang harus dimulai dari diri sendiri.

“Tadi malam kami mendengarkan langsung suara beliau yang direkam oleh Mas Rama. Pesannya sangat jelas, jadilah contoh teladan dan mulailah dari diri sendiri. Ini tentu menjadi spirit bagi kami semua di keluarga besar Polri,” ungkapnya.

Kapolri menegaskan, pesan-pesan Eyang Meri merupakan amanah sekaligus wasiat yang harus terus dijaga dan dikumandangkan. Seluruh anggota Polri, di manapun berada, diharapkan dapat meneruskan nilai-nilai dan nasihat tersebut dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Setiap beliau menyampaikan pesan, selalu ditekankan bahwa ini adalah pesan terakhirnya, titip institusi Polri agar dijaga dengan sebaik-baiknya,” kata Sigit.

Menurut Kapolri, pesan Eyang Meri memiliki makna yang sangat mendalam. Polri ke depan harus terus meneladani nilai-nilai ketulusan, integritas, serta tanggung jawab dalam memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat, sejalan dengan tugas pokok dan doktrin Polri untuk menjaga tata tentrem kerta rahardja.

“Banyak hal yang kami kenang dari keluarga Eyang Hoegeng. Selamat jalan Eyang Meri, terima kasih atas semua yang telah beliau berikan. Warisan nilai dari para pendahulu, khususnya Almarhum Hoegeng Iman Santoso, akan terus menjadi api semangat bagi seluruh keluarga besar Polri untuk menjaga wasiat dan warisan tersebut,” tutup Kapolri.

By Tim Humas

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *