Pemalang Genjot Predikat Kabupaten Layak Anak, Target Naik ke Kategori Utama di 2026
PEMALANG. Iwoipemalang.id
– Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Sosial, KB dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos KBPP) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026 di Grand Wijaya Hotel, Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong peningkatan predikat Kabupaten Pemalang dari kategori Nindya menuju kategori Utama.
Kepala Dinsos KBPP Pemalang, Mu’minun, saat membacakan sambutan Sekretaris Daerah selaku Ketua Gugus Tugas KLA, menegaskan bahwa program Kabupaten Layak Anak bukan sekadar pemenuhan aspek administratif. Lebih dari itu, KLA merupakan wujud komitmen nyata lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dalam Rakor tersebut, disampaikan tiga strategi utama KLA tahun 2026. Pertama, penguatan struktur kelembagaan, di mana Bapperida menekankan pentingnya optimalisasi fungsi koordinasi Gugus Tugas sebagai pusat perencanaan program ramah anak. Kedua, evaluasi mandiri, dengan Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, Noor Faizah Maenofie, menginstruksikan validasi data terhadap 24 indikator KLA yang mencakup lima klaster hak anak sesuai instrumen terbaru.
Ketiga, peningkatan akses layanan, melalui dorongan pembentukan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) di setiap kecamatan sebagai garda terdepan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dalam sesi diskusi, juga ditekankan pentingnya peran Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P). Forum Anak diharapkan terlibat aktif dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa hingga kabupaten, guna memastikan aspirasi anak terakomodasi secara nyata.
Selain itu, Rakor ini turut menggarisbawahi pentingnya layanan trauma healing bagi anak korban kekerasan sebagai bagian dari perlindungan khusus yang komprehensif di Kabupaten Pemalang.
Dengan sinergi yang kuat antara sekitar 50 perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lembaga masyarakat, dan dunia usaha yang hadir, Pemerintah Kabupaten Pemalang optimistis kualitas pemenuhan hak anak akan terus meningkat, seiring target besar mewujudkan Kabupaten Layak Anak kategori Utama pada tahun 2026.
Red/01

