Pemalang, iwoipemalang.id
– Dalam upaya melestarikan sekaligus mengobarkan kembali Jiwa Semangat Nasionalisme Kejuangan 1945 (JSNK 45), Dewan Harian Ranting (DHR) dan Dewan Pengawas (Dewas) BPK 45 se-Eks Kawedanan Comal menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) pada Sabtu (6/6/2026) di Pendopo Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta jajaran pengurus dan anggota BPK 45 dari wilayah Comal, Bodeh, Ulujami, Ampelgading, dan sekitarnya. Hadir dalam kesempatan itu Kapolsek Comal AKP Iman Santoso, Kapolsek Bodeh IPTU Santosa, Kapolsek Ulujami AKP Trino Winarno, Camat Bodeh Harinto, Camat Ampelgading Misbahudin, jajaran DHC, serta seluruh pengurus dan anggota BPK 45.
Rakorwil ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga, mengembangkan, serta mewariskan nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa kepada generasi penerus. Melalui forum tersebut, para peserta diajak untuk terus menanamkan semangat cinta tanah air, persatuan, gotong royong, serta pengabdian kepada bangsa dan negara di tengah berbagai tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya yang disampaikan melalui Kapolsek Comal AKP Iman Santoso, Camat Comal memberikan apresiasi atas terselenggaranya Rakorwil DHR dan Dewas BPK 45.
Menurutnya, semangat perjuangan yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus dijaga dan dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat rasa nasionalisme serta menjaga nilai-nilai luhur perjuangan kemerdekaan agar tidak luntur oleh perkembangan zaman. Generasi penerus harus memahami sejarah perjuangan bangsa sebagai landasan dalam membangun Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan berkarakter,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Bodeh Harinto menyoroti pentingnya inovasi dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan digitalisasi menuntut adanya metode yang lebih kreatif dalam memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada para pelajar.
Harinto menjelaskan bahwa momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dapat dimanfaatkan sebagai sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan semangat perjuangan kepada peserta didik baru.
Melalui tayangan visual, film dokumenter perjuangan, konten edukatif, hingga media digital yang menarik, pesan-pesan kebangsaan diharapkan lebih mudah diterima dan dipahami oleh generasi muda.
“Anak-anak sekarang lebih tertarik pada media visual. Karena itu, pengenalan sejarah perjuangan bangsa dan nilai-nilai kebangsaan perlu dikemas secara kreatif dan menarik, terutama saat kegiatan MPLS, agar semangat nasionalisme dapat tertanam sejak dini,” ungkapnya.

Melalui Rakorwil ini, DHR dan Dewas BPK 45 se-Eks Kawedanan Comal berharap semangat perjuangan 1945 tidak hanya menjadi bagian dari catatan sejarah, tetapi juga terus hidup dalam tindakan nyata masyarakat sehari-hari.
Nilai-nilai perjuangan tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memperkuat persatuan bangsa, serta mengisi kemerdekaan dengan karya, prestasi, dan pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Dengan semangat kebersamaan dan nasionalisme yang terus dipupuk, BPK 45 optimistis nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa akan tetap lestari dan menjadi fondasi kuat dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.
(Sahuri)

