Satgas TNI-Polri Bongkar Ladang Ganja di Pegunungan Bintang Papua, Ratusan Batang Siap Panen Diamankan
Papua.iwoipemalang.id
— Satuan Tugas (Satgas) Swasembada Yonif 751/VJS Koops TNI Habema bersama personel gabungan TNI-Polri berhasil mengungkap ladang ganja di wilayah pedalaman Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu (11/4/2026).

Operasi penindakan dilakukan di kawasan hutan Kampung Ngutok, Distrik Oksibil, serta Kampung Esipding, Distrik Serambakon. Dalam kegiatan tersebut, aparat turut mengamankan seorang warga sipil berinisial LU yang diduga sebagai pemilik ladang ganja.
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di area kebun yang diduga ditanami ganja. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Satgas di bawah pimpinan Dansatgas Yonif 751/VJS, Letkol Inf Erwan Harliantoro, segera melakukan penyisiran di sejumlah titik yang dicurigai.
Hasilnya, di lokasi pertama ditemukan sebanyak 55 batang tanaman ganja dengan tinggi rata-rata sekitar 1,5 meter. Sementara di titik kedua, aparat kembali menemukan sekitar 80 batang tanaman ganja dengan tinggi mencapai 2 meter yang diduga siap panen.
Wakil Komandan Satgas Swasembada, Kolonel Inf Nurwaliyanto, membenarkan keberhasilan operasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa seluruh barang bukti beserta terduga pelaku telah diserahkan kepada Polres Pegunungan Bintang guna proses hukum lebih lanjut.
“Saat ini barang bukti dan terduga pemilik ladang ganja telah kami serahkan kepada Polres Pegunungan Bintang untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas penanaman maupun peredaran narkotika karena berdampak negatif terhadap diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberantas peredaran narkotika di wilayah Papua Pegunungan.
Satgas gabungan menegaskan akan terus mengintensifkan operasi serupa secara berkelanjutan sebagai langkah preventif guna memutus mata rantai peredaran narkotika serta menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah pedalaman Papua.
Red/01

