September 11, 2026

Meriah! Grebeg 1000 Kemeja Sukorejo Semarakkan Desa, Dorong UMKM dan Pariwisata

PEMALANG, iwoipemalang.id

– Suasana meriah mewarnai Festival Grebeg 1000 Kemeja di Desa Sukorejo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Ratusan warga dari berbagai wilayah antusias memadati lapangan desa dan berebut gunungan kemeja dalam tradisi tahunan yang digelar Pemerintah Desa Sukorejo, Minggu (6/9/2026).

Kemeriahan semakin terasa ketika gunungan berisi kemeja tersebut diperebutkan warga. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mengangkat potensi lokal Desa Sukorejo yang dikenal memiliki aktivitas usaha di bidang konveksi dan busana.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pemalang yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pemalang, Bagus Sutopo, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan Festival Grebeg 1000 Kemeja Tahun 2026.

Menurut Bagus, meskipun festival tersebut masih berada dalam lingkup desa, antusiasme masyarakat dan kemeriahannya sudah sangat terasa.

“Walaupun lingkupnya desa, tetapi suasananya sangat meriah. Tentu kegiatan seperti ini perlu terus dievaluasi agar tahun depan bisa lebih baik dan lebih meriah lagi,” ujar Bagus.

Ia menambahkan, untuk membuat sebuah kegiatan menjadi ramai, masyarakat tidak selalu harus mengeluarkan biaya besar. Di era teknologi informasi seperti sekarang, berbagai potensi lokal dapat dipromosikan secara luas melalui media sosial.

Bagus pun mengajak masyarakat dan para pengunjung untuk ikut mempublikasikan kegiatan tersebut melalui media sosial, termasuk melakukan siaran langsung agar kemeriahan Festival Grebeg 1000 Kemeja dapat diketahui masyarakat yang lebih luas.

Dalam kesempatan itu, Bagus juga mengangkat filosofi Jawa “Ajining diri ana ing lathi, ajining raga ana ing busana”, yang memiliki makna bahwa harga diri seseorang tercermin dari tutur katanya, sementara penampilan atau busana juga menjadi bagian dari penghargaan terhadap diri.

Menurutnya, filosofi tersebut memiliki keterkaitan erat dengan masyarakat Desa Sukorejo yang selama ini dikenal memiliki perhatian terhadap busana serta banyak bergerak dalam usaha konveksi.

“Ini sangat berkorelasi dengan masyarakat Sukorejo. Busana menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi potensi ekonomi melalui usaha konveksi,” ungkapnya.

Bagus berharap festival semacam itu ke depan dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak, sehingga pelaksanaannya semakin meriah, tertata dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sajikan UMKM dan Ragam Seni Budaya

Festival Grebeg 1000 Kemeja tidak hanya menghadirkan tradisi berebut gunungan kemeja. Para pengunjung juga disuguhi berbagai produk UMKM lokal, hiburan musik serta pertunjukan seni dan budaya.

Sejumlah kesenian yang ditampilkan di antaranya tari Asmara Putri Kirana dari Sanggar Antariksa, Desa Jatingarang, serta Tari Incling Janget dari Sanggar Zahra, Desa Kaliprau.

Kehadiran UMKM dan pertunjukan seni tersebut semakin memperkaya rangkaian festival sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha dan seniman lokal untuk memperkenalkan karya serta produknya kepada masyarakat.

Festival Ikut Dongkrak Wisata Mina Padi

Dampak positif Festival Grebeg 1000 Kemeja juga dirasakan sektor pariwisata. Salah satunya Objek Wisata Mina Padi Desa Sukorejo yang lokasinya tidak jauh dari tempat pelaksanaan festival.

Salah satu pengelola Mina Padi, Frida, mengatakan jumlah pengunjung mengalami peningkatan cukup signifikan selama berlangsungnya Festival Grebeg 1000 Kemeja.

Menurut Frida, sebagian pengunjung festival mengaku penasaran dengan keberadaan objek wisata Mina Padi setelah mengetahui lokasinya tidak jauh dari arena festival.

“Banyak pengunjung Festival Grebeg 1000 Kemeja yang penasaran dengan Mina Padi. Setelah mereka datang dan mengetahui lokasinya, akhirnya mereka masuk dan membeli tiket,” kata Frida.

Untuk menikmati berbagai fasilitas di Mina Padi, pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp12 ribu per orang.

Frida menjelaskan, Mina Padi menyediakan berbagai wahana dan fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung, di antaranya kolam renang, mandi busa, agrowisata, terapi ikan, spot foto hingga karaoke.

 

 

Dengan demikian, Festival Grebeg 1000 Kemeja tidak hanya menjadi agenda hiburan masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan efek berantai bagi perekonomian lokal, mulai dari pelaku UMKM, seni budaya hingga sektor pariwisata Desa Sukorejo.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda tahunan yang semakin besar, sekaligus menjadi salah satu daya tarik wisata dan promosi potensi lokal Kabupaten Pemalang.

Karsono

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *