Juni 11, 2026

Prof. Sutan Nasomal Soroti Dinamika Geopolitik Global, Ingatkan Indonesia Tetap Fokus pada Ketahanan Nasional

Prof. Sutan Nasomal Soroti Dinamika Geopolitik Global, Ingatkan Indonesia Tetap Fokus pada Ketahanan Nasional

Jakarta.Rajawalinusantaratv.id
– Situasi geopolitik internasional dalam beberapa waktu terakhir dinilai semakin kompleks dan memprihatinkan. Berbagai konflik, persaingan ekonomi, serta perebutan pengaruh global disebut menjadi bagian dari dinamika yang melibatkan negara-negara besar dalam upaya mempertahankan kepentingan politik dan ekonomi masing-masing.

Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., sebagai pemerhati isu hukum internasional dan ekonomi global, menyampaikan pandangannya terkait meningkatnya tensi politik dunia. Menurutnya, persaingan antara negara-negara besar saat ini tidak hanya terjadi di bidang militer, tetapi juga dalam sektor perdagangan, teknologi, energi, dan penguasaan sumber daya alam.

Ia menilai kemajuan pesat yang dicapai China dalam bidang teknologi, manufaktur, dan perdagangan internasional telah mengubah peta persaingan global. Produk-produk asal China kini mampu bersaing di berbagai pasar dunia, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga teknologi tinggi seperti kendaraan listrik dan perangkat komunikasi.

Menurut Prof. Sutan, perkembangan tersebut turut memunculkan kekhawatiran di sejumlah negara Barat, terutama Amerika Serikat dan sekutunya. Di sisi lain, keberadaan kelompok negara BRICS yang kini beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Ethiopia, Mesir, Iran, Uni Emirat Arab (UEA), serta Indonesia yang bergabung pada 2025, dinilai semakin memperkuat posisi negara-negara berkembang dalam percaturan ekonomi global.

Prof. Sutan berpendapat bahwa berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan, khususnya Timur Tengah, tidak dapat dilepaskan dari kepentingan strategis terkait sumber daya energi dan jalur perdagangan internasional. Menurutnya, kawasan tersebut sejak lama menjadi pusat perhatian dunia karena memiliki cadangan minyak dan gas yang sangat besar.

Ia juga menyoroti persaingan pengaruh antara negara-negara besar yang menurutnya berpotensi menimbulkan ketidakstabilan ekonomi global. Kenaikan harga energi, ketidakpastian pasar, serta meningkatnya konflik bersenjata dapat berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi negara-negara berkembang.

Lebih lanjut, Prof. Sutan menilai bahwa BRICS hadir sebagai salah satu upaya menciptakan keseimbangan baru dalam sistem ekonomi dunia. Menurutnya, organisasi tersebut berpotensi menjadi wadah kerja sama ekonomi yang dapat memberikan alternatif bagi negara-negara berkembang dalam menghadapi dominasi ekonomi global.

Terkait posisi Indonesia, Prof. Sutan mengingatkan agar pemerintah tetap mengedepankan kepentingan nasional, menjaga stabilitas ekonomi, serta memperkuat ketahanan pangan, energi, dan sumber daya alam. Ia menekankan pentingnya sikap hati-hati dalam menyikapi berbagai dinamika politik internasional agar Indonesia tidak terjebak dalam persaingan kepentingan negara-negara besar.

“Indonesia harus tetap mengutamakan kepentingan rakyat, memperkuat ekonomi nasional, serta menjaga persatuan bangsa. Ketahanan negara harus menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang,” ujar Prof. Sutan.

Menurutnya, pemerintah perlu terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara. Sebab, kepercayaan rakyat merupakan modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Narasumber:
Prof. Dr. Sutan Nasomal, Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, serta Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *