April 21, 2026

Tanggul Darurat Sungai Silempeng Jebol, Polsek Sragi dan Instansi Terkait Gerak Cepat Lakukan Pengecekan

Tanggul Darurat Sungai Silempeng Jebol, Polsek Sragi dan Instansi Terkait Gerak Cepat Lakukan Pengecekan

Pekalongan, iwoipemalang.id

– Polsek Sragi bersama sejumlah instansi terkait melakukan pengecekan tanggul jebol di Sungai Silempeng, Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Sragi, AKP Turkhan, S.H., sebagai langkah cepat merespons kerusakan tanggul.

Tanggul Darurat Sungai Silempeng Jebol, Polsek Sragi dan Instansi Terkait Gerak Cepat Lakukan Pengecekan

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pompa Air Silempeng Muh. Wildan, Koordinator Kelompok Kerja Sumber Daya Air (Poklah SDA) Kristiawan, staf PSDA Pemali Comal, serta anggota Polsek Sragi. Pengecekan dilakukan guna mengetahui kondisi terkini tanggul sekaligus mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kondisi air Sungai Silempeng saat ini dalam keadaan surut dengan ketinggian sekitar 0,4 meter. Sementara saat pasang, ketinggian air dapat mencapai 1 meter. Meski tanggul jebol, air sungai saat ini baru mengalir ke area persawahan di Desa Depok dan Desa Boyoteluk dengan luasan terdampak sekitar 15 hektare, dan belum mencapai permukiman warga.

Tanggul yang jebol diketahui pertama kali pada Jumat (17/4/2026) sore. Tanggul tersebut merupakan tanggul darurat yang dibangun menggunakan karung berisi tanah, diperkuat dengan kayu dolken serta anyaman bambu. Adapun ukuran tanggul yang jebol mencapai panjang 10 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 1 meter.

Kapolsek Sragi AKP Turkhan menyampaikan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan cepat agar dampak tidak meluas.

“Pengecekan ini kami lakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus memperkuat koordinasi dengan pihak terkait. Penyebab jebolnya tanggul diduga akibat tingginya pasang surut air laut, sehingga perlu segera dilakukan perbaikan agar tidak berdampak ke permukiman warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak PSDA Pemali Comal diharapkan segera mengirimkan material berupa karung dan tanah untuk menutup tanggul yang jebol. Mengingat kondisi air saat ini sedang surut, momentum tersebut dinilai tepat untuk melakukan perbaikan.

Dengan sinergi lintas instansi dan langkah cepat di lapangan, diharapkan penanganan tanggul jebol di Sungai Silempeng dapat segera diselesaikan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. (Sus)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *