Pemalang. Iwoipemalang.id
— Pemandangan tak sedap dipandang mata dan aroma busuk yang menusuk hidung kini menjadi “sajian” sehari-hari bagi warga Desa Mengori serta para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. Kondisi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Desa Mengori, Kabupaten Pemalang, dilaporkan berada pada taraf mengkhawatirkan.
Tumpukan sampah rumah tangga dilaporkan menggunung dan tak terangkut selama hampir dua hingga tiga pekan. Berdasarkan pantauan awak media, volume sampah yang telah melampaui kapasitas bak penampungan menyebabkan limbah meluber hingga ke bahu jalan. Kondisi ini kian parah akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Air hujan yang bercampur limbah organik membusuk menciptakan air lindi yang menggenang, menebarkan bau anyir yang sangat menyengat.
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat terganggu dengan keterlambatan pengangkutan. Ia menilai situasi ini seolah menjadi pembiaran dari dinas terkait maupun Pemerintah Kabupaten Pemalang.
“Ini sudah hampir dua minggu, Mas. Biasanya diangkut rutin, tapi sekarang hampir 2–3 pekan dibiarkan menumpuk sampai keluar TPS,” ujarnya.
“Kalau hujan turun, baunya masuk sampai ke dalam rumah. Apa harus menunggu ada yang sakit dulu baru dinas terkait bergerak?” keluhnya, Minggu (15/2/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan Keluarga Besar Aliansi Wartawan Pantura Bersatu. Pasalnya, tumpukan sampah yang tercecer hingga keluar area pembuangan juga terjadi di TPS Jalan Anggur Bojongbata—sebuah akses lalu lintas yang cukup padat. Sampah yang nyaris memakan badan jalan tak hanya menimbulkan bau, tetapi juga membahayakan pengendara motor, terutama pada malam hari karena jalan menjadi licin dan menyempit.
“Kebetulan saya tinggal di perumahan tak jauh dari dua TPS itu. Setiap hari lewat sini harus tahan napas alias tutup hidung,” kata Mas All.
Ia menambahkan, bau sampah sangat menyengat, terlebih setelah hujan. Selain mengganggu kenyamanan dan kesehatan, aroma tak sedap terbawa hingga ke rumah karena roda kendaraan menerobos genangan air limbah saat melintas.
“Lokasi TPS Mengori dan Bojongbata ini sangat dekat dengan jalan umum. Masak Pemkab Pemalang tidak malu melihat tumpukan sampah seperti ini di wilayahnya?” lanjutnya.
Warga berharap Pemkab Pemalang, khususnya dinas terkait, segera membuka mata dan telinga. Persoalan sampah bukan hal sepele karena menyangkut kesehatan masyarakat luas. Keterlambatan pengangkutan selama hampir tiga pekan dinilai sebagai bentuk kelalaian dalam pelayanan publik.
Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah masih terlihat menggunung dan belum tampak armada truk pengangkut datang ke lokasi. Warga mendesak agar pembersihan dilakukan sesegera mungkin sebelum memicu wabah penyakit dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.***
Red/iwoipemalang

